Ada Apa di Balik Siwak ?

Image

Rasulullah SAW selalu memakai siwak, dan beliau telah berwasiat untuk memakai siwak dalam beberapa haditsnya, di antaranya:

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Kalaulah aku tidak memberatkan terhadap umatku—atau manusia seluruhnya—maka aku perintahkan mereka untuk memakai siwak setiap shalat.” (HR Bukhari-Muslim)

Dari Aisyah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Siwak adalah pembersih mulut dan membuat ridha Tuhan.” (HR Nasa`i dan Ibnu Khuzaimah)

“Kami biasa menyiapkan sebuah siwak dan air untuk wudhu bagi Rasulullah saw kapan pun Allah menghendaki beliau bangun dari tidur malam, beliau akan membersihkan giginya dengan siwak, mengambil wudhu, dan lalu mendirikan shalat”. (HR Muslim).

Pernahkah Anda melihat orang menggosok-gosokkan sesuatu ke giginya dengan sesuatu yang bukan sikat gigi? Tentu Anda akan melihat sesuatu itu berupa benda yang terlihat seperti kuas kecil (seperti kuas kue). Benda itu adalah siwak. Masyarakat mungkin belum begitu mengenal siwak, bahkan mereka mungkin mengira siwak adalah jenis ikan atau makanan yang berbumbu kacang. Tapi, siwak bukanlah seperti apa yang orang-orang bayangkan. Lalu, apa itu siwak? Mengapa siwak digunakan layaknya sikat gigi? Apa sebenarnya kandungan siwak? Beberapa pertanyaan tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

Apa itu siwak ?

Siwak atau Miswak, merupakan bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora persica yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika. Siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, berdiameter lebih dari 1 kaki. Jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna cokelat dan bagian dalamnya berwarna putih. Aromanya seperti seledri dan rasanya agak pedas. (Al-Khateeb, 1991).

Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak sendiri berasal dari bahasa arab ‘yudlik’ yang artinya adalah memijat (massage). Siwak lebih dari sekedar sikat gigi biasa, karena selain memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walaupun di bawah tekanan yang keras, siwak juga memiliki kandungan alami antimikrobial dan antidecay system. Batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara tepat dan dapat mengikis plak pada gigi. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.

Apa  saja yang terkandung pada siwak ?

Siwak memiliki kandungan kimia dan kandungan anti mikrobial yang dapat mempengaruhi mikroba-mikroba dalam mulut.

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, meliputi :

  1. Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.
  2. Kandungan kimiawi seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  3. Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.
  4. Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
  5. Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, dimana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Secara Kimiawi, kulit batang kayu siwak yang kering bila diekstrak dengan alkohol 80% dan kemudian diekstrak dengan ether, lalu diteliti secara terperinci kandungannya melalui ECP (Exhaustive Procedure Chemicle), maka akan ditemukan zat-zat kimia sebagai berikut : Trimetilamin, chloride, resin, sejumlah besar fluoride dan silica, sulfur dan vitamin C.

Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.

El-Mostehy dkk (1995) melaporkan bahwa tanaman siwak juga mengandung zat-zat antibakterial. Darout et al. (2000) Melaporkan bahwa antimikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimiawi yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Efek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium Klorida dan Pottasium Klorida seperti salvadourea dan salvadorine, saponin, tannin, vitamin C, silika dan resin, juga cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate. Hal ini dilaporkan bahwa komponen anionik alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen antimikrobial yang melawan beberapa bakteri. Nitrat (NO3-) dilaporkan mempengaruhi transportasi aktif porline pada Escherichia coli seperti juga pada aldosa dari E. coli dan Streptococcus faecalis. Nitrat juga mempengaruhi transport aktif oksidasi fosforilasi dan pengambilan oksigen oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapyhylococcus aureus sehingga terhambat.

Mengapa siwak digunakan layaknya sikat gigi ?

Menurut hasil penelitian, ekstrak kasar batang kayu siwak pada pasta gigi yang dijadikan cairan kumur, dikaji sifat-sifat antiplaknya dan efeknya terhadap komposisi bakteri yang menyusun plak dan menyebabkan penurunan bakteri gram negatif batang.

Salah satu penyakit yang terdapat pada gigi yaitu karies gigi. Karies gigi sering disebabkan oleh Streptococcus mutans.   Bakteri ini mampu melekat pada permukaan gigi; memproduksi enzim glukuronil transferase. Enzim tersebut menghasilkan glukan yang tidak larut dalam air dan berperan dalam menimbulkan plak dan koloni pada permukaan gigi. Sedangkan Bacteroides melaninogenicus bersifat patogen pada mulut dan infeksi gigi. Bakteri ini dijumpai pada retakan gigi, permukaan korona gigi, dan sebagai flora pada periodontitis lanjut. Dan setelah dilakukakn penelitian, ekstrak dari S. persica dapat menghambat pertumbuhan dua bakteri tersebut.

Almas (2002) meneliti perbandingan pengaruh antara ekstrak siwak dengan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur dan zat anti plak pada dentin manusia dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Almas melaporkan bahwa 50% ekstrak siwak dan CHX 0,2% memiliki efek yang sama pada dentin manusia, namun ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan lapisan noda-noda (Smear layer) pada dentin.

Penelitian lain dengan menjadikan serbuk (powder) siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran serbuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kesehatan gigi secara sempurna adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan butiran-butiran serbuk siwak, karena butiran-butiran serbuk siwak tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Hal ini yang mendorong perusahaan-perusahaan pasta gigi di dunia menyertakan serbuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO (World Health Organization) turut menjadikan siwak sebagai salah satu komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Sumber :

http://dentistry.cu.edu.eg/Files/CDJ/2009/January%202009/25-33-8.pdf

http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/80.pdf

http://www.saudident.com/album/data/media/2/Oral_health_knowledge_attitude_and_behaviour_among_Saudi_school_students_in_Jeddah_city.pdf

Advertisements
By bayuafr

50 comments on “Ada Apa di Balik Siwak ?

  1. baru tau saya kalo siwak itu bisa menjadi pengganti sikat gigi..
    kerren artikelnya

    besok bawa siwak ya ke kampus, biar bisa nyobain
    (tapi di sterilin dulu pake autoclaf)

    • Pada dasarnya sama bu, namun ada teknis yang agak berbeda denga bersikat gigi. Menurut Imam Ghazali, bersiwak yang benar yaitu dengan seolah-olah menulis angka 8 pada jajaran gigi di mulut, di mulai dari gigi jajaran tengah atas ke kanan, ke bawah belakang, sampai bertemu jajaran tengah bagian atas kembali.

  2. Sip, siwak memang selain sunnah rasul, juga punya segudang manfaat untuk kesehatan gigi.
    Diperkuat dengan Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak, menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Di dalam siwak terkandung Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

    Seperti penelitian yang dilakukan Lilies suryani, dkk, siwak (Salvadora versisca) memiliki kemampun menghambat dan membunuh terhadap Staphylococcus aureus sebesar 6, 2 %, jadi, benar adanya jika siwak terhadap bakteri bersifat bakterisida.
    http://www.kliniksehat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1717:gigi-berlubang-dapat-sebabkan-kista-periapikal&catid=6:artikel&Itemid=19siwak

  3. An setuju dengan artikel diatas. Berdasarkan Riset terakhir pada tahun 2007 yang dilakukan oleh para peneliti di perusahaan Wrigley membuktikan kebenaran rekomendasi Nabi tersebut. Dalam laporannya di Jurnal Agrikultur dan Kimia Bahan Pangan, mereka menuliskan bahwa batang kayu tanaman Magnolia (satu divisi dengan siwak, yaitu Magnoliofita) memiliki efek anti bakteri yang tinggi terhadap bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, ekstrak tanaman siwak pada konsentrasi yang tinggi dapat disandingkan dengan zat desinfektan oral dan anti plak lain yaitu triklosan dan klorheksidin glukonat. Manfaat lain siwak yang tidak berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut meliputi mempertajam daya ingat, meredakan sakit kepala, menajamkan penglihatan, serta menjernihkan suara.
    http://www.apoteker.info/Pojok%20Herbal/PH-kayu_siwak.htm

    • An setuju dengan artikel diatas. Berdasarkan Riset terakhir pada tahun 2007 yang dilakukan oleh para peneliti di perusahaan Wrigley membuktikan kebenaran rekomendasi Nabi tersebut. Dalam laporannya di Jurnal Agrikultur dan Kimia Bahan Pangan, mereka menuliskan bahwa batang kayu tanaman Magnolia (satu divisi dengan siwak, yaitu Magnoliofita) memiliki efek anti bakteri yang tinggi terhadap bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, ekstrak tanaman siwak pada konsentrasi yang tinggi dapat disandingkan dengan zat desinfektan oral dan anti plak lain yaitu triklosan dan klorheksidin glukonat. Manfaat lain siwak yang tidak berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut meliputi mempertajam daya ingat, meredakan sakit kepala, menajamkan penglihatan, serta menjernihkan suara.
      http://www.apoteker.info/Pojok%20Herbal/PH-kayu_siwak.htm

  4. subhanallah ya bay’ bagus bangat artikelnya.. nah bay untuk cari siwak dimana ya ana mau coba nih hhehe melihat manfaatnya’ trus apakah siwak hanya bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora persica kalo dari tumbuhan lain ada tidak bay ??? terimakasih =)
    ratna marutii 1110016100028

    • Kalau mau nyari siwak di tanah abang aja na, di tempat oleh-oleh haji. hehe
      oiya, karena tanaman ini merupakan tanaman kecil yang berupa semak belukar, yang dipakai hanya dahan dan akar saja.
      Tanaman lain ada kok yang punya zat anteri bakterial juga, yaitu Uncaria gambir Roxb yang sering digunakan untuk menyirih. Pada penelitian yang dilakukan oleh Febriana (2006) dan Pradewa (2008), rendaman gambir yang mengandung katekin dan asam katekutanat, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab plak pada gigi.

  5. kalo liat kata siwak jadi inget oleh” dari tanah suci. hehhe
    saya setuju dengan artikel anda. saya menambahkan saja, Dalam fungsinya sebagai alat pembersih gigi dan mulut, bersiwak dengan menggunakan kayu yang khusus, yang disebut ”kayu arak”, memang dapat diganti dengan sikat gigi dan odol. Tetapi manfaat-manfaat lain yang didapat tidak sebanyak bila kita menggunakan siwak, yang khusus itu. Sehingga, bersiwak tetap memiliki kelebihan dibandingkan cara lain dalam membersihkan gigi atau mulut.
    dan ternyata siwak dari Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi
    sumber : http://www.kliniksehat.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1717:gigi-berlubang-dapat-sebabkan-kista-periapikal&catid=6:artikel&Itemid=19
    tinggalkan sikat gigi..hehhe 😀

  6. jadi mau beli siwak niihh,,tapi enak ga ya??
    ohh ya ternyata ada Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan
    bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya
    kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal Treatment’.
    Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada
    pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran
    bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan
    gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak,
    karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara
    sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada
    sela-sela gigi. sumber:
    http://alqiyamah.files.wordpress.com/2008/05/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi.pdf

  7. iya, siwak memang efektif dalam membunuh kuman-kuman yang ada dalam mulut. pada pohon Salvadora persica terdapat komponen anionik antibakterial yang antara lain sulfat (SO42-), klorida (Cl-) dan tiosianat (SCN-). Tiosianat (SCN-) bertindak sebagai substrat untuk laktoperoksidase untuk membangkitkan hipotiosianit (OSCN-) dengan keberadaan hidrogen peroksida. OSCN- telah ditunjukkan bereaksi dengan kelompok sulfahidril di dalam enzim bakteri yang berubah menjadi penyebab kematian bakteri (Darout et al., 2000).

    pada tahun 1986 WHO juga merekomendasikan penggunaan siwak. Berbagai penelitian ilmiah lain melaporkan bahwa ekstrak tanaman siwak pada konsentrasi yang tinggi dapat disandingkan dengan zat desinfektan oral dan anti plak lain yaitu triklosan dan klorheksidin glukonat.

    Sumber:
    Darout, Ismail A., 2000, Antimicrobial Anionic Components In Miswak Extract, Journal Pharmacology, Department of Odontology, Faculty of Dentistry, University of Bergen, Bergen, Norway
    http://www.voa-islam.com/news/sehat-nabawi/2012/03/31/17325/khasiat-si-kayu-ajaib-bernama-siwak/

  8. Super sekali ini artikel akhi bayu ^_^
    Sedikit tambahan akhi, ternyata siwak mudah digunakan. Dapat menyikat dengan baik, member busa pada mulut, meningkatkan
    Air liur dan ramah lingkungan. Siwak mengandung kurang lebih 19 zat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan
    Kesehatan mulut. Kandungan siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak
    Atsiri meningkatkan air liur. Menurut World Health Organization Report Series (826), siwak dapat menghilangkan
    Plak tanpa menyebabkan luka pada gigi .
    Subhanllah, luar biasa ajaran nabi…
    http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/80.pdf

  9. waahh.. super sekali artikelmu bay 
    Ini bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang di angkat oleh ayu tentang bakteri pada sikat gigi. Penggunaan siwak yang tepat akan sangat menyehatkan gigi dan gusi kita. Sebelum digunakan siwak ditumbuk terlebih dahulu supaya berbentuk seperti kuas, ternyata setelah ditumbuk siwak mengeluarkan flournya. Namun terkadang masyarakat keliru menggunakannya, karena siwak masih susah didapat siwak yang sudah pendek masih saja digunakan. Seharusnya, setelah digunakan selama satu hari, ujung siwak yang sudah ditumbuk digunting lalu tumbuk Lagi. Karena diujung siwak yang telah dipakai tertempel bakteri yang berasal dari mulut. Minimal panjang siwak yang bisa digunakan adalah 7-8 cm. http://health.detik.com/read/2012/02/16/180406/1844552/763/alasan-siwak-efektif-membersihkan-gigi

  10. 1. Memudahkan pelajar dalam memahami pelajarannya

    2. Menajamkan pandangan mata, dan tidak mudah terkena penyakit mata

    3. Mempermudah keluarnya ruh saat izrail mencabut nyawa

    4. Melipatgandakan pahala ibadah

    5. Menjauhkan diri dari setan dan membuat mereka sedih

    6. Mendapat ridho Allah swt

    7. Menjadikan awet muda

    8. Memperkuat gigi dan gusi

    9. Memperkuat hapalan

    10. Memperlambat tumbuhnya uban dirambut kepala

    11. Memutihkan gigi

    12. Menghilangkan bau mulut yang tidak sedap

    13. Melancarkan pembicaraan sehingga mudah difaham pendengar

    14. Membuat senang Rasulullah karena mengikuti sunnahnya

    Adapun waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak adalah: 1. Ketika hendak mengerjakan Sholat. 2. hendak berwudlu. 3 .ketika hendak membaca allqur’an, 4. Ketika bangun dari tidur. 5. Ketika bau mulut berubah.
    sumber:
    http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2010/06/23/menguak-misteri-siwak/

  11. Masbaaay artikelnya baguusss.. ternyata dibalik sunnah Rosul, tersimpan sejuta manfaat.. subhanallah.. ada sedikit tmbahan saja, manfaat2 yang dapat kita ambil dr menggunakan siwak telah di sebutkan oleh Al-Bajuri dalam kitabnya:
    1. Memudahkan pelajar dalam memahami pelajarannya
    2. Menajamkan pandangan mata, dan tidak mudah terkena penyakit mata
    3. Mempermudah keluarnya ruh saat izrail mencabut nyawa
    4. Melipatgandakan pahala ibadah
    5. Menjauhkan diri dari setan dan membuat mereka sedih
    6. Mendapat ridho Allah swt
    7. Menjadikan awet muda
    8. Memperkuat gigi dan gusi
    9. Memperkuat hapalan
    10. Memperlambat tumbuhnya uban dirambut kepala
    11. Memutihkan gigi
    12. Menghilangkan bau mulut yang tidak sedap
    13. Melancarkan pembicaraan sehingga mudah difaham pendengar
    14. Membuat senang Rasulullah karena mengikuti sunnahnya
    Adapun waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak adalah: 1. Ketika hendak mengerjakan Sholat. 2. hendak berwudlu. 3 .ketika hendak membaca allqur’an, 4. Ketika bangun dari tidur. 5. Ketika bau mulut berubah.
    sumber:
    http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2010/06/23/menguak-misteri-siwak/

  12. subhanallah ya..
    jadi kepengen menanam tanaman arak (siwak), jadi tiap hari bisa bersiwak..
    dan sepertinya lebih ampuh dari pada yang di iklan..
    dan bersiwak juga bisa meningkatkan keimanan..
    memang banyak fakta penelitian yang mengatakan bahwa banyak kadungan alami yang terdapat pada siwak. Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
    sumber: http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/manfaat-siwak-untuk-kesehatan-gigi.html

  13. Artikel yang baguuuuussss ^_^ menambah pengetahuan baru :))
    Subhanallah… alangkah ajaibnya kayu siwak ini. Mudah didapatkan, ringan dibawa, setiap saat bisa digunakan, murah harganya, oh ternyata bisa mendatangkan ridho Allah.

    Nabi sendiri pernah bersabda:
    السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
    “Siwak adalah pembersih bagi mulut; sesuatu yang membuat Allah ridho”. [HR.Ahmad dalam Al-Musnad (6/47), Asy-Syafi’iy dalam Al-Umm (1/76) & Musnad-nya (41), An-Nasa’iy dalam Kitab Ath-Thoharoh (5), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (134, 136, dan 137), Syu’abul Iman (2118 & 2777). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (1/105/no.66)]

    kandungan kimiawi yang bermanfaat pada siwak, seperti :

    1. Antibacterial acids, seperti: astringents, abrasive dan detergents. Berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
    2. Kandungan kimia, seperti: klorida, pottasium, sodium bicarbonate, fluoride, silika, sulfur, vitamin C, trimethyl amine, salvadorine, tannins dan beberapa mineral lainnya, berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
    3. Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
    4. Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.
    5. Anti decay agent (zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu, siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih. Saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

    makasiiiiih yaaa buat infooo baru’y ^_^

  14. wah, isi artikelnya bagus dan sudah cukup padat ya. mungkin yang saya ingin tanyakan dari penggunaan siwak ini yaitu kapan sebaiknya menggunakan siwak, apakah 2x sehari seperti sikat gigi? lalu apakah cara penyimpanan batang siwak sama dengan sikat gigi? siwak yg telah dipakai itu kan lembab yah dan juga sudah mengikat berbagai bakteri baik dari mulut maupun udara sekitar, apa itu gapapa? atau harus diganti? ditunggu jawabannya ya

    • hmmm.
      a. penggunaan siwak dapat dilakukan 5-7 kali dalam sehari. Setelah makan atau sebelum sholat
      b. agak berbeda, siwak bisa di letakkan di kantung baju, tidak perlu harus di rak.
      c. siwak setelah selesai di pakai, ujungnya dipotong, trus di tumbuk lagi supaya jadi seperti sapu ijuk agar kandungan flournya keluar.
      d. kalau sudah sepanjang 7-8 cm, sebaiknya dibuang atau diganti.
      menurut drg Irun yang saat ini tengah menjadi mahasiswa untuk program S3 di UI, dan juga merupakan dokter di klinik dentist
      begitu miiiiiiil

  15. hmmm.
    a. penggunaan siwak dapat dilakukan 5-7 ali dalam sehari. Setelah makan atau sebelum sholat
    b. agak berbeda, siwak bisa di letakkan di kantung baju, tidak perlu harus di rak.
    c. siwak setelah selesai di pakai, ujungnya dipotong, trus di tumbuk lagi supaya jadi seperti sapu ijuk agar kandungan flournya keluar.
    d. kalau sudah sepanjang 7-8 cm, sebaiknya dibuang atau diganti.
    menurut drg Irun yang saat ini tengah menjadi mahasiswa untuk program S3 di UI, dan juga merupakan dokter di klinik dentist
    begitu miiiiiiil 🙂

  16. mau tanya bang bayu ganteng,
    berapa lama layaknya siwak diganti setelah pemakaian?
    semakin lama siwak di pakai, tidak menutup kemungkinan bakteri juga berkembang..

  17. wah menarik banget ni artikel mas bayu, saya setujuh,
    pada zaman rasullulah , beliau slalu memakai siwak dan beliau telah berwasiat dalam beberpa hadistnya. dr abu hurairah, bahwaasannya rasulullah bersabda , kalaulah aku tidak memberatkan terhadap umat ku atau manusia seluruhnya maka aku perintahkan mereka untuk memakai siwak setiap shalat.inilah yang di ucapkan oleh rasulullah saw, sejak 14 abad silam.aan tetapi ada yang ditemukan oleh penelitian kedokter yang berkenaan dengan tanaman tentang siwak di abad 20 ini. penelitian kedoteran mengatakan bahwa siwak mengandung unssur-unsur pencegah penyakit kanker . sebagaiman jenis siwak india yang terbukti secara ilmiyah bahwa siwak mengandung minyak yang bekerja menjaga gusi dari radang,bahkan menjadi penawar gusi yang terserang radang.

  18. @alvian… iiaa bner bgd kpan iiaa siwak hrus di ganti?????
    mnurut dr. Irun siwak berkontaminasi dengan ludah, maka ia akan mengeluar senyawa fluor. Tapi cara pakai siwaknya harus benar, kebanyakan masyarakat menggunakannya tidak tepat atau agak salah.
    “Siwak itu kan panjang, sebelum dipakai kita tumbuk dulu nanti dia bentuknya jadi kaya sapu. Dengan ditumbuk ini kadar flournya keluar dan begitu kena ludah itu kaya disikat juga,” ujar dokter yang berpraktek di klinik dentist & dentists.
    Hal lain yang perlu diperhatikan juga oleh masyarakat adalah jangan menggunakan siwak sampai ia pendek, tapi masyarakat kadang yang sudah pendek masih dipakai karena susah menemukannya.
    “Setelah 1 hari habis dipakai itu kita potong karena kan kotor ada kumannya lalu tumbuk lagi untuk dipakai berikutnya, kalau ukurannya sudah sekitar 7-8 cm maka itu harus dibuang,” ujar drg Irun yang saat ini tengah menjadi mahasiswa untuk program S3 di UI.
    http://health.detik.com/read/2012/02/16/180406/1844552/763/alasan-siwak-efektif-membersihkan-gigi yuk di klikkkk 🙂

  19. wahhhhhhhhhhh…siwak, pernah denger sich,,,tapi kurang tau jenisnya seperti apa?
    wah artikelnya bagus banget nih menmbah wawasan buat saya.
    menurut artikel yang saya baca, bahwa siwak d gunakan pada zaman2 terdahulu karena Siwak mengandung kurang lebih 19 zat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan
    kesehatan mulut. Kandungan siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak
    atsiri meningkatkan air liur 11. Menurut World Health Organization Report Series (826), siwak dapat menghilangkan
    plak tanpa menyebabkan luka pada gigi.
    trus yang saya tanyakan ni mas bay, apakah penggunaan siwak yang digunakan beberapa kali bisa berbahaya gak nih? dan terdapat bakteri gak?

    http://kaahil.wordpress.com/tag/kandungan-siwak/

  20. infonya bagus sekali masbay….tapi ada info tentang efek dari penggunaan siwak ni.
    menurut sumber yang saya baca adalah penggunaan siwak juga dapat menyebabkan resesi gingiva. Resesi gingiva, atau disebut juga resesi gusi/ surut gusi, adalah kondisi ketika jaringan gusi di sekitar gigi hilang atau surut sehingga akar gigi terekspos. Resesi gusi tidak langsung terkait dengan usia tetapi lebih umum pada orang dewasa di atas usia 40.
    repository.usu.ac.id › … › Dentistry › SP – Pendidikan Dokter Gigi

  21. Sungguh luar biasa sekali ya siwak ternyata banyak mengandung senyawa kimiawi yang sangat bermanfaat. Diantaranya mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, sehingga dapat menghilangkan plak, mencegah gigi berlubang, serta memelihara gusi. http://alqiyamah.files.wordpress.com/2008/05/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi.pdf
    Seperti yang telah bayu jelaskan bahwa siwak kan terbuat dari akar-akar dan ranting pohon arak, lalu adakah tanaman lain yang bisa digunakan untuk membuat siwak selain tanaman arak tersebut?

  22. memang ajaran Rasulullah, tak dapat disangkal lagi, sesungguhnya sunah Rasulullah SAW, punya manfaat yang luar biasa. tambahan saja
    Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak.
    Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
    Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :

    Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
    Kandungan kimia, seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
    Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
    Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
    Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

    untuk tambahan informasi silahkan klik http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/manfaat-siwak-untuk-kesehatan-gigi.html

  23. ingin menambahkan, selain manfaat yang disebutkan tadi siwak juga dapat meningkatkan nilai warna gigi yang diukur dengan spektrofotometer oleh efek mekanik (abrasi mikro), karena mengandung butiran silika dan natrium bikarbonat yang bertindak sebagai agen abrasif yang menghilangkan noda dan memberikan keputihan pada gigi. Juga, Siwak memiliki efek kimia, karena mengandung klorida. Abrasi mikro ditunjukkan untuk menghilangkan perubahan warna terisolasi , noda dari lapisan luar email gigi dan meningkatkan penampilan gigi.
    selain itu Siwak telah menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri plak. Analisis kimia dari ekstrak siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung sejumlah komponen antimikroba seperti Cl-(Klorida), SO-(sulfat), SCN-(Tiosianat) dan NO-(Nitrat). Ini telah dteliti sebelumnya di mana Sudan dewasa yang secara teratur digunakan Siwak memiliki kesehatan mulut yang lebih baik dan tingkat yang lebih rendah patogen ketika dibandingkan dengan orang lain yang menggunakan sikat gigi modern yang secara teratur.

    sumber : http://www.ijsronline.com/index.php/IJSR/article/view/131/313

  24. Siwak itu kan biasanya sering disimpan sembarangan setelah digunakan, dan penggunaannya pun kadang-kadang tidak diketahui masa kadaluarsanya. Nah, bagaimana kita tahu bahwa siwak itu masih memiliki kandungan zat yang utuh seperti ketika baru dipotong dari tanamannya?kapan pula kita mengganti siwak?
    semua itu bisa lebih ditelusuri pada situs berikut ini:
    http://anfaku.net/cara-menggunakan-siwak-miswak.html

  25. setuju nii sama artikelnya bayu, mau menambahkan sedikit. para ulama memberikan catatan bahwa alat untuk bersiwak itu hendaknya tidak mudah hancur, tidak kasar yang bisa merusak gusi, dan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
    Dengan demikian sikat gigi bila digunakan oleh seseorang muslim dengan niat mengikuti sunnah Rasulullah untuk membersihkan mulut dan gigi maka termasuk di dalamnya insya allah, berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan tentang keutamaan bersiwak, seperti hadits:

    السواك مطهرة للفم ، مرضاة للرب
    Bersiwak membuat bersih mulut dan mendatangkan keridhaan Allah. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, An-Nasaai dan Ibnu Maajah). http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/02/08/antara-sikat-gigi-dan-siwak/

  26. waah ternyata manfaatnya siwak lebih banyak dari sikat gigi biasa ya? mengapa penggunaan siwak tidak diperluas dikalangan masyarakat, mengingat begitu banyak manfaat siwak?

    • iya maaa. nah masalahnya tanama Salvadora persica itu hanya terdapat di daerah jazirah arab, jadi mungkin agak kurang distribusinya di Indonesia, mungkin hanya dapat di toko oleh-oleh haji begitu, mengingat permintaan dari Indonesia juga sedikit. Namun, sudah ada kok pasta gigi yang menambahkan ekstrak siwak pada komposisinya.

  27. Yups tambah lagi nih pengetahuan ku mas bay..ternyata banyak manfaat juga yang terdapat pada siwak, dengan bersiwak membuat bersih mulut.
    Selain efek-efek higienis, siwak juga menstimulasi BAS (Biologically Active Spots = Titik Aktif Biologis) yang terletak di antara gigi dan gusi. Titik-titik ini mengatur enam organ (telinga, mata, hidung, lidah, dan oesophagus (saluran makanan dari mulut ke perut), tiga pasang cells (wedge shaped, rahang atas, ethmoid), sinus, sendi temporal rahang bawah, dan 28 saraf tulang belakang yang mengatur fungsi-fungsi secara praktis semua organ, otot, dan sendi pada ekstremitas atas dan bawah.
    Titik-titik yang sama mengatur fungsi sejumlah organ seperti empedu dan kantong empedu, liver, ginjal, perut, pancreas, limpa, paru-paru, jantung, usus besar dan usus kecil.
    http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/manfaat-siwak-untuk-kesehatan-gigi.html

  28. bayu nanya doongs, siwak itu kan kayu gtu yah, nah itu siwaknya diganti setiap hari atau gmn bay? kan kalau sikat gigi minimal 2 atau 3 bulan sekali itu ganti yah, nah kalo siwak gmn bayuuu?

    oh yah, cie ciee usernamenya bayuafr, afriana yaah? upppsss heheyyhee

  29. Nice deh bay!!!! dari dulu pengen nyobain siwak tapi pertama kalipake ga bisa caranya jadi males deh coba lagi,,, tp dengan artike bayu ini jdi kembali termotivasi utk coba lagi. hehe
    siwak selain sebgai penyegar mulut atau alat pemebrsih gigi, bisa jg sebgai alternatif dr rokok bagi para perokok ^_^
    ditambah menurut referensi yang sy lihat, banyak pasta gigi yang mengandung formalin dan flouride yang justru bahaya bagi gigi bahkan tubuh.
    Formalin dalam Pasta

    – TEMPO Interaktif, Depok: Lembaga Konsumen Jakarta menemukan sejumlah produk pasta gigi, sabun dan sampo buatan dalam negeri yang beredar di masyarakat mengandung formalin. Produk itu antara lain pasta gigi merek pepsodent dan formula, sabun cair merek lifebuoy, sampo merek lifebuoy, clear dan sunsilk. Rincian produk yang mengandung formalin temuan Lembaga Konsumen Jakarta adalah pepsodent (herbal, whitening dengan perlite, pencegah gigi berlubang), formula (aksi putih sparking whitening, limited idol edition).

    Fluorida dalam pasta

    – Jerry D. Gray dalam Bukunya Dosa-dosa media Amerika, juga mengulas mengenai kebohongan Media dalam dunia kesehatan, khususnya mengenai Fluoride ini.

    “Fluorida Yang terkandung dalam pasta gigi untuk jangka waktu panjang membahayakan kesehatan. Tapi, selama 50 tahun lebih, pemerintah dan media AS menganjurkan Fluorida sebagai sarana yang aman dan efektif untuk mencegah gigi berlubang”

    “ namun Fluorida sebenarnya bukanlah unsur bermanfaat seperti yang dianjurkan media.”- Jerry D. grey.-

    – Inilah kutipan, beberapa pendapat dari para pakar mengenai fluoride yang saya kutip dari buku “Dosa-dosa media Amerika“

    Dr. Charles Gordon Heyd, mantan pimpinan American Medical Association.

    “ saya tertarik dengan prospek penggunaan air sebagi sarana obat-obatan. Fluorida adalah racun korosif yang akan menimbulkan efek serius dalam jangka panjang. Upaya penggunaan air semacam ini harus dilarang.”

    Prof. Albert Schartz PhD

    “ Fluoridasi adalah kekacauan terbesar yang pernah dilakukan dan yang lebih banyak melibatkan orang dibandingkan kekacauan lain”

    Robert Carlton, Ph.D., mantan ilmuwan As yang berkerja di EPA

    “fluoridasi adalah kasus kekacauan ilmiah terbesar abad ini,”

    UNICEF

    Dalam laporan tahun 1999, UNICEF mengeluhkan bahwa sebenrnya sejumlah pemerintah tertentu cukup tahu bahwa fluoride cukup beracun. “pemerintah-pemerintah tertentu cukup tahu betapa fluorida itu beracun, terutama bagi anak-anak karena tubuh mereka menyerap fluoride lebih banyak dibandingkan orang dewasa” tegas laporan tersebut.
    http://djsknight.multiply.com/journal/item/18?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
    melihat informasi diatas, siwak adalah cara terbaik agar mulut dan gigi pun sehat.

  30. setuju,karena bersiwak itu perintah dan anjuran rasul,karena rasul telah mengetahui apa saja yg terkandung di dlm siwak dan itu bisa di buktikan ole para dokter dan para ilmuan,karena kalau menggunakan sikat gigi biasa kita tidak mengetahui tingkat kebersiannya,dan dlm sikat gigi itu sendiripun banyak mengandung bakteri klau kita tidak mengetahui cara penggunaannya dengan baik,bagaimna mau membersihkan gigi kita yang ada makin bertambah,klau dgn siwak suda terbukti dan di buktikan oleh nabi sendiri,dan tidak ada keraguan lagi,mari kita bersiwak………

  31. asslamu’alaykum… luar biasa bayu ini. dengan memasukkan hadis” yg jelas membuat artikel ini memiliki taste Islami. yg ingin saya tanyakan, bagaimana proses siwak ini membunuh bakteri yg ada di gigi atau mulut….?
    dan apa efek dari terlalu sering bersiwak, apakah mengganggu proporsional susunan gigi…?
    makasih ^_^

  32. insyaallah kalau sudah menyangkut sabda rasul memang manusia ga akan tersesat..hehehe,setuju bgt bay siwak memang agak ribet kalau yang belum terbiasa tapi kandungannya akan lbh bnyak manfaatnya,kalau sikat gigi hanya
    membersihkan saja tapi tak menyucikan,namun kalau siwak sekaligus menyucikan…Berkata ahli micro organisme, telah sangat jelas setelah dilihat dengan miscroscop, bahwa setiap butir gigi manusia terdapat 1000 sampai 3000 kuman, ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, ini nyata ada pada banyak manusia, bahkan setiap manusia. Kemudian mereka mengatakan bila seorang manusia meletakkan ranting kayu arook dimulutnya lalu menggosokkanya, maka liur akan bekerjasama dengan siwak untuk kemudian menghasilkan zat yang akan membunuh seluuuruuuuuhhh kuman-kuman yang berada pada mulut……..!!!!!!! subhanallah ya cara kerjanya..
    http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/10/18/siwak-vs-sikat-gigi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s